KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memastikan Pemerintah Provinsi Sultra tengah menyiapkan langkah pemisahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi dua instansi berbeda. Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan kinerja sekaligus memperkuat pengelolaan dua sektor strategis tersebut.
Menurut Gubernur , selama ini beban kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlalu besar karena harus mengurus dua bidang sekaligus. Pemisahan ini diyakini akan membuat keduanya lebih fokus pada tugas dan fungsi masing-masing.
“Selama inikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disatukan). Nah, beban kerjanya terlalu besar. Sehingga mau tidak mau kita ingin memisahkan antara pendidikan dan kebudayaan” katanya, usai kegiatan Silaturahmi Forkopimda Sultra bersama tokoh agama, tokoh adat dan para rektor Se-sultra.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan nantinya akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Sultra. Sementara Dinas Kebudayaan akan lebih konsentrasi mengakomodasi serta melestarikan kekayaan budaya lokal yang beragam di Bumi Anoa.
“Sehingga dia yang budaya itu akan fokus tentang bagaimana mengakomodir budaya-budaya yang ada di Sulawesi Tenggara. Terus pendidikan dia fokus tentang pendidikan bagaimana sumber daya manusia, bagaimana meningkatkannya,” jelasnya.
Gubernur menegaskan bahwa persiapan nomenklatur sudah dilakukan. Saat ini, pihaknya hanya menunggu pengesahan peraturan daerah (Perda) sebagai dasar hukum pembentukan dua dinas baru tersebut.
“Kita sudah siapkan ya (nomenklaturnya) tinggal tunggu perdanya. Perdanya keluar ya maka kita akan bentuk. Kemungkinan di 2026 sudah ini, Insyaallah ” pungkasnya. (hen)













