Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Menegaskan Komitmennya Untuk Mendorong Hilirisasi Perikanan dengan Menarik Investor untuk Membangun Industri Pengolahan Ikan

  • Bagikan
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi perikanan dengan menarik investor untuk membangun industri pengolahan ikan.

KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat dalam mengoptimalkan potensi perikanan yang melimpah. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi perikanan dengan menarik investor untuk membangun industri pengolahan ikan.

Hal ini disampaikan gubernur saat meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari pada Selasa (16/9).

Menurutnya, langkah ini sangat strategis untuk memaksimalkan hasil perikanan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Kita harus mengoptimalkan potensi ini dengan menarik investasi dan menyiapkan sarana pendukungnya,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka.

Kunjungan gubernur bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum mengundang para investor. Berdasarkan tinjauan, kondisi PPS Kendari dinilai sangat mendukung untuk pengembangan industri pengolahan ikan, termasuk pabrik pengalengan.

Selain fokus pada hilirisasi, Pemprov Sultra juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyiapkan program “Kampung Nelayan Merah Putih”.

Program ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pemerintah Provinsi menyiapkan bantuan rumah nelayan senilai Rp50 juta per unit. Ke depan, kami juga akan siapkan sekolah dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak nelayan,” papar gubernur.

Andi Sumangerukka meyakini, dengan 70% wilayahnya terdiri dari lautan, potensi perikanan Sultra sangatlah besar.

“Potensi itu akan sulit dimanfaatkan jika tidak ada investasi. Oleh karena itu, kita harus tunjukkan bahwa fasilitas kita menunjang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala PPS Kendari, Asep Saepulloh, menjelaskan bahwa dari total lahan 42 hektare, masih ada sekitar 10 hektare yang belum dimanfaatkan. Lahan kosong ini dapat digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas penunjang.

Selain itu, pasokan bahan baku juga dinilai stabil. PPS Kendari mampu menghasilkan rata-rata 80-100 ton produk perikanan per hari, dengan ikan layang sebagai komoditas dominan. Ketersediaan nelayan dan fasilitas dermaga yang memadai semakin menguatkan potensi ini. (hen)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *