Bangun Budaya Baru, SKI Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kendari dengan Sampah

  • Bagikan
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI)
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI)

Kendari, Sultra – Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pegiat lingkungan serta pengusaha terus didorong oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI). Dirinya berkomitmen untuk menjadikan 11 kelurahan dari 11 kecamatan sebagai pilot project pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat di akhir penghujung tahun ini dan selanjutnya seluruh wilayah Kota Kendari di tahun 2026.

“Sampah bukan musuh kita, justru sampah adalah uang. Sampah yang kita hasilkan, jadi harus kita rawat dan kelola agar memberikan manfaat ekonomi,” ujar Siska saat meninjau aktivitas pengelolaan sampah warga di Lorong Kodya, Kelurahan Watu-Watu, Jumat (31/10/2025).

Siska menambahkan, kebiasaan memilah sampah dari rumah adalah kunci keberhasilan program, untuk itu Warga diminta memisahkan sampah organik, anorganik, B3, dan residu.

“Dalam membangun budaya baru pengelolaan sampah harus di mulai dari rumah tangga hingga penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan bank sampah untuk menciptakan lingkungan bersih dan berdaya guna,” Jelas SKI

Sementara, Geby Marini, pengelola Bank Sampah di Kelurahan Watu-Watu menjelaskan manfaat ekonomi yang dirasakan warga.

“Program tabungan sampah telah berjalan lebih dari tiga tahun dan sudah terkumpul lebih dari Rp. 40 juta untuk tabungan warga. Rata-rata dua minggu sekali kami menjual hasilnya sekitar Rp. 2 juta,” Jelas Geby.”

Diyakini dengan adanya Bank Sampah akan memberikan manfaat ekonomi bagi warga, sekaligus menciptakan lingkungan bersih dan asri. Untuk memastikan layanan berjalan optimal ada tips yang diberikan oleh Sekdis DLHK Kota Kendari, Arnaldo dalam memilah jenis-jenis sampah berdasarkan warna dan jenisnya :

* Merah (Non Organik Berbahaya/B3): Diperuntukkan bagi sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti kaca, kemasan detergen, pembersih, atau pembasmi serangga.

* Kuning (Non Organik): Wadah untuk sampah non organik misal, plastik bekas dan kemasan air mineral plastik, mempermudah daur ulang oleh pabrik atau kerajinan tangan.

* Hijau (Organik): Khusus untuk sisa makanan, dedaunan, bekas sayuran, dan sampah organik lainnya yang nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos.

* Biru (Non Organik Kertas): Digunakan untuk menampung sampah berbahan kertas, memfasilitasi pengrajin dan industri daur ulang kertas.

* Abu-abu (Residu): Tempat khusus untuk sampah residu, yaitu sampah-sampah selain empat jenis yang disebutkan di atas. (T1M)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *