KENDARI, WAJAH SULTRA, COM– Stadion Lakidende di Kendari, Sulawesi Tenggara, masih menjadi sorotan karena proyek pembangunannya yang mangkrak. Pembangunan stadion ini sudah dimulai pada tahun 2021 dengan anggaran Rp27,5 miliar, lalu dilanjutkan pada 2022 dengan tambahan Rp15,7 miliar. Namun, proyek ini terhenti karena sengketa lahan dengan pemilik tanah, Mustaring Lin Arifin Cs.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, berencana melanjutkan pembangunan stadion ini pada 2026 dengan anggaran Rp77 miliar. Namun, rencana ini ditentang oleh pemilik lahan yang menyatakan bahwa status lahan sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan milik ahli waris. Mereka mengancam akan menempuh jalur hukum jika pembangunan tetap dilanjutkan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berjanji menyelesaikan ganti rugi lahan dan melanjutakan pembangunan stadion yang diharapkan menjadi pusat olahraga dan kebanggaan masyarakat Sultra (***)













