Pemprov Menutup Rangkaian JamboreTangguh Bencana Dengan Menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Lapangan Kantor Gubernur Sultra

  • Bagikan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menutup rangkaian Jambore Tangguh Bencana dengan menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kendari, pada Senin (24/11).

KENDARI, WAJAH  SULTRA.COM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menutup rangkaian Jambore Tangguh Bencana dengan menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kendari, pada Senin (24/11).

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra, Basarnas hingga berbagai relawan kebencanaan.

Dalam sesi simulasi, para peserta aktif mempraktikkan berbagai skenario tanggap darurat, termasuk penyelamatan korban di ketinggian, pembangunan tenda darurat, dan evakuasi korban secara terstruktur.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menyatakan bahwa simulasi ini memiliki peran vital dalam menghadapi bencana.

“Simulasi yang kita laksanakan hari ini adalah sarana untuk menguji, memverifikasi, dan memperbaiki rencana kontinjensi yang telah disusun, termasuk standar operasional prosedur lintas sektor serta sistem komunikasi darurat dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” ujar Purnawirawan TNI tersebut.

Apel siaga dan simulasi ini menjadi puncak dan penutup dari Jambore Tangguh Bencana yang telah berlangsung sejak (21/11).

Menurut ASR, latihan kesiapsiagaan ini krusial untuk memastikan respons cepat tanpa harus menunggu bencana yang sesungguhnya terjadi.

Lebih lanjut, Gubernur ASR menekankan pentingnya kolaborasi dan kesadaran individu dalam mitigasi bencana.

“Apel siaga ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar stakeholder dan menanamkan budaya kesiapsiagaan, bukan hanya di BPBD, tetapi pada setiap individu, sekolah, perkantoran, dan keluarga di Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Dalam upaya penguatan kesiapsiagaan di level daerah, Gubernur juga menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota di Sultra untuk mengalokasikan anggaran yang memadai demi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan bencana di wilayah masing-masing.

“Kita mungkin tidak bisa memilih tinggal di wilayah bebas bencana, tetapi kita bisa memilih untuk menjadi masyarakat Sultra yang siap, siaga, dan tangguh,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka secara simbolis menyerahkan bantuan pribadi untuk memperkuat kemampuan mitigasi dan kesiapsiagaan daerah. Bantuan tersebut meliputi Empat unit ambulans kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, Dua unit mobil Rescue Tactical Unit (RTU), Tiga unit motor kepada Dinas Sosial Sultra.

Bantuan ini merupakan wujud komitmen pribadi Gubernur ASR dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sultra.(Hen)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *