KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengatakan pembangunan jalan provinsi menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi (pemprov) Sulawesi Tenggara.
Jalan provinsi adalah jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan Ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/ kota.
Begitupun antar ibukota kabupaten/ kota dan jalan strategis provinsi.
Itulah sebabnya, Peningkatan dan rehabilitasi jalan provinsi menjadi salah satu program unggulan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR).
Program unggulan Gubernur Sultra periode 2025-2030 ini dinamakan Jalan Mulus Antar Wilayah, disingkat JAMAAH.
Rupanya Jalan menjadi salah satu dari 4 sektor prioritas pemerintahan Gubernur ASR dan Wakil Gubernur Sultra Hugua.
Pemprov Sulawesi Tenggara mempunyai target melakukan peningkatan hingga rehabilitasi rerata 61 kilometer (km) jalan provinsi di Sulawesi Tenggara setiap tahun.
Total panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemprov sekitar 1.076,94 kilometer (km) atau 1.076.940 meter.
Dari panjang tersebut, baru 66,57 persen atau 716.918,958 meter atau sekitar 716,918 km yang sudah dalam kondisi baik atau mantap.
Sementara, jalan provinsi dengan kondisi ringan dan rusak berat atau tidak mantap sekitar 329 km atau 329 ribu meter.
“Kita menargetkan jalan dalam kondisi baik mencapai 95 persen hingga 2030,” kata sosok purnawirawan Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia atau Pati TNI tersebut.
Senada disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, baru-baru ini.
Dengan target 95 persen jalan mantap di Sulawesi Tenggara, jalan tidak mantap hingga akhir masa jabatan periode pertama Gubernur ASR nantinya diperkirakan tersisa 2-3 km saja atau 5 persen.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki sisa jalan rusak sekitar Rp1,1 triliun,” jelasnya. (***)













