KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memperketat p tata kelola birokrasi dan anggaran di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra. Hal tersebut di ungkapkan Gubernur Sultra saat memimpin apel Gagabungan ASN di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, pada Senin (19/1).
Dalam arahannya, ia menegaskan seluruh gerak kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini harus berada dalam satu kendali komando pimpinan.
“Pengelolaan anggaran harus tepat sasaran. Tidak boleh ada lagi pemborosan. Semua kegiatan harus berjalan sesuai instruksi dan disposisi gubernur,” tegas Andi saat memimpin Apel Gabungan ASN di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (19/1).
Penegasan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi dan memastikan setiap program tepat sasaran.
Berdasarkan hasil evaluasi, Andi mengungkapkan masih ditemukan alokasi anggaran yang tidak sinkron di sejumlah sektor.
Di hadapan ribuan aparatur, purnawirawan jenderal bintang dua ini menyoroti beban belanja pegawai yang dinilai tidak seimbang. Ia membeberkan fakta bahwa beban gaji bagi sekitar 23 ribu ASN Sultra membengkak hingga melebihi Rp1,7 triliun, dari proyeksi awal sebesar Rp1,6 triliun.
Andi mewanti-wanti agar ketidakteraturan fiskal ini tidak terulang di tahun anggaran 2026. Ia menjanjikan adanya kompensasi yang adil bagi ASN jika efisiensi berhasil dilakukan.
“Tahun 2026 tidak boleh terjadi lagi. Jika kita bisa melakukan efisiensi dan tepat sasaran, maka tambahan penghasilan pegawai (TPP) dapat diberikan secara adil,” tuturnya.
Meski pertumbuhan ekonomi Sultra pada Triwulan III-2025 tercatat positif di angka 5,65 persen—melampaui capaian 2024 sebesar 5,4 persen—Gubernur meminta jajarannya tidak berpuas diri. Ia menargetkan realisasi penyerapan anggaran tahun 2026 harus menembus angka di atas 95 persen, meningkat dari capaian 2025 yang berada di angka 88,99 persen.
Sebagai langkah percepatan, ia menginstruksikan seluruh OPD memulai pelaksanaan kegiatan sejak Triwulan I-2026.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, maka ekonomi masyarakat juga harus ikut meningkat. Anggaran pemerintah harus menjadi stimulus yang efektif,” ujarnya.
Menghadapi tantangan pengurangan dana transfer dari pusat di tahun 2026, Andi Sumangerukka menuntut kreativitas dari OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia meminta mereka melakukan inovasi guna menambal defisit serta terus memperkuat sinergi dengan instansi vertikal maupun pemerintah kabupaten/kota.
Menutup arahannya, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pengamanan yang menjaga stabilitas Sultra selama periode Natal dan Tahun Baru 2026,
sembari kembali mengingatkan bahwa disiplin dan integritas adalah harga mati bagi setiap abdi negara di Sulawesi Tenggara. (Hen)













