KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka memaparkan besarnya potensi maritim Bumi Bahteramas saat beraudiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Rabu (7/1). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi pusat-daerah dalam mengoptimalkan ekonomi pesisir.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Sumangerukka diterima langsung oleh Wakil Menteri KKP, Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan. Keduanya membahas agenda strategis terkait pengembangan infrastruktur nelayan dan sektor industri perikanan skala nasional.
Andi mengungkapkan bahwa Sultra memiliki kekayaan laut yang luar biasa, terutama di Kabupaten Wakatobi. Berdasarkan data pemprov, industri perikanan di wilayah tersebut mampu menghasilkan hingga 1.177.857 ton ikan tuna, cakalang, dan tongkol setiap tahunnya.
“Mengenai industri perikanan di Kabupaten Wakatobi yang mampu menghasilkan 1.177.857 ton ikan tuna, cakalang, dan tongkol per tahun ,” ujar Andi dalam keterangan resminya.
Selain itu, salah satu poin utama audiensi tersebut adalah persiapan peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe. Kawasan seluas dua hektare ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas nelayan sekaligus destinasi wisata bahari yang terhubung dengan Pulau Bokori dan Pantai Toronipa.
Dia menyatakan kawasan KNMP dilengkapi dengan fasilitas modern, mulai dari shelter pendaratan ikan, bengkel perawatan sarana tangkap, hingga sentra kuliner hasil laut.
“Artinya, kawasan ini memiliki banyak aspek potensial yang saling terintegrasi, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat,” jelas Gubernur
Pemerintah Provinsi Sultra juga merencanakan pembangunan 1.000-unit rumah nelayan melalui APBD, dimana sekitar 100 rumah di antaranya akan dibangun di KNMP Desa Sorue Jaya.
Selain perikanan tangkap, Gubernur juga menyoroti potensi industri garam di Desa Wumbulasa, Kabupaten Bombana, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari KKP untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Merespons paparan tersebut, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan menegaskan bahwa program pengembangan kawasan pesisir di Sultra sejalan dengan prioritas pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan tambak garam.
“Sejumlah program prioritas pemerintah itu yang sejalan dengan pengembangan kawasan pesisir, termasuk penguatan Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tambak garam dan perikanan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis maritim,” pungkasnya. (Hen)













