KENDARI, WAJAH SULTRA, COM— PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara mengajukan usulan pembangunan dan revitalisasi sebanyak 48 Sekolah Luar Biasa (SLB) ke Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Kemendikbud) Republik Indonesia. Usulan ini merupakan perluasan dari program tahun sebelumnya yang hanya mencakup 24 SLB, dengan harapan mendapatkan prioritas utama dalam alokasi dana bantuan nasional.
Lebih jauh Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum menjelaskan, seluruh proses pengusulan dilakukan secara sistematis dan terencana dengan tujuan agar bantuan yang diterima benar-benar memberikan dampak positif dan tepat sasaran. Hal ini juga dilakukan tanpa menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sultra, sehingga tidak mengganggu alokasi anggaran untuk program pendidikan lainnya.
“ Kami berharap tahun 2026 ini dapat menjadi prioritas pertama untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,” kata Aris Badara menambahkan tahun 2025 lalu , Dikbud Sultra hanya mengajukan 24 SLB dan berada di peringkat kedua penerima bantuan, dan tahun ini terjadi peningkatan dan berharap mendapatkan prioritas utama dalam alokasi dana bantuan nasional.
Selain mengurus aspek infrastruktur, Dikbud Sultra juga telah menyusun kebijakan untuk mengatasi tantangan keterbatasan tenaga pendidik di SLB. Rencana penambahan guru khusus akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di setiap sekolah, sebagai bentuk komitmen untuk menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak berkebutuhan khusus di Provinsi Sultra. (***)













