KENDARI, WAJAH SULTRA, COM– Masih ingat kejadian tabrak lari yang terjadi beberapa waktu lalu di perempatan lampu merah PLN, Kota Kendari, menewaskan seorang anak yang tengah mencari nafkah. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi anak-anak di jalanan.
Sebagai respons terhadap kejadian tersebut sekaligus sebagai langkah preventif agar hal serupa tidak terulang, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengambil sejumlah langkah nyata.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menginisiasi pemberian pekerjaan outsourcing sebagai cleaning service di Kantor Gubernur atau di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra bagi orang tua anak tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan penghasilan tetap sehingga anak-anak tidak lagi harus mencari nafkah di jalanan.
“Kami mengimbau agar ke depan anak-anak tidak lagi dibiarkan berjualan di pinggir jalan karena memiliki risiko yang tinggi,” ujar Gubernur saat mengunjungi keluarga korban Jumat, (6/2)
Selain itu, Pemprov Sultra akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk menertibkan anak jalanan. Orang tua maupun pengemis yang masih sehat dan memiliki kemampuan bekerja akan diupayakan memperoleh pekerjaan sebagai tenaga outsourcing di lingkungan Pemprov Sultra dan/atau Pemkot Kendari.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menghadirkan ketertiban, tetapi juga membuka akses pekerjaan yang lebih layak, sehingga perlindungan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. (***)












