“ Sebagai Bunda Baca Amanah Yang Berat “ Agista Ariany Dikukuhkan Jadi Bunda Baca Sultra

KENDARI, WAJAHSULTRA.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tenggara (Sultra) Agista Ariany Ali Mazi dikukuhkan sebagai Bunda Baca Daerah Provinsi Sultra Tahun 2020-2023. Pengukuhan itu dipimpin oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi yang digelar, di Rumah jabatan (Rujab) Gubernur akhir pekan kemarin.

Agista Ariany Ali Mazi mengaku kepercayaan yang diberikan sebagai bunda baca merupakan amanah yang berat. Namun, dirinya merasa termotivasi untuk meningkatkan minat baca dan pembudayaan kegemaran membaca di Sultra.

Ia menerangkan sejumlah langkah yang akan ditempuhnya setelah mengemban tugas sebagai bunda baca. Pertama, berkomitmen akan terus mensosialisasikan gerakan membaca di tengah-tengah masyarakat bersama seluruh stakeholder dan khususnya anggota tim penggerak PKK yang dipimpinnya.

Selanjutnya, budaya literasi harus dimulai dari ibu rumah tangga sebagai pondasi dasar untuk membangun keluarga yang cinta membaca. Peran bunda dalam keluarga tidak dapat diabaikan dan sebagai teladan atau role model.

“Ada beberapa cara dan pendekatan agar masyarakat, khususnya generasi muda gemar membaca sejak usia dini. Pertama, orangtua harus bisa menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman bagi anak-anaknya agar mau membaca,” jelas Agista.

Kedua, kata dia, interaksi antara orangtua dengan anak harus terjalin dengan baik. Misalnya, ketika anak sedang mengerjakan pekerjaan rumah, hendaknya orangtua ikut mendampingi sehingga tercipta diskusi yang dapat melatih kreatifitas berpikir anak dalam menyelesaikan permasalahan.

Agista juga bercerita tentang sebuah kalimat yang sangat berkesan ketika dia masih bersekolah dulu. Kutipan itu tertulis di perpustakaan sekolahnya. Bunyinya, “buku adalah gudang ilmu, sedangkan membaca adalah kuncinya”.

Dia mengemukakan, para tokoh dunia itu hobi membaca buku, bahkan memiliki kutipannya masing-masing tentang buku. Dia mencontohkan mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta dengan kutipannya yang terkenal, “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku Aku bebas”.

Agista juga mengutip, kalimat Milan Kundera, novelis Republik Ceko paling terkenal yang masih hidup hingga saat ini: “kalau ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradabannya maka hancurkan buku-buku mereka. Maka pastilah bangsa itu akan punah”.

“Dengan membaca kita akan tahu setiap belahan dunia ini walaupun kita belum pernah kesana. Dengan membaca, kita seperti berkeliling dunia. Oleh karena itu, budaya literasi harus dimulai dari rumah tangga. Dengan demikian, peran bunda tidak mungkin diabaikan,” tegasnya. (hrn/hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img