Pengadilan Salah Eksekusi, Pemilik Lahan Merasa Dirugikan

KENDARI,WAJAHSULTRA,COM–Pengadilan Negeri Kendari salah melakukan titik eksekusi lahan di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, sehingga pemilik lahan, Tamin merasa dirugikan.

Tamin menjelaskan bahwa dirinya memiliki lahan di Boulevard Kelurahan Mokoau seluas 4,5 hektare. Yang disita Pengadilan kurang lebih 1 hektare. Menurutnya, Pengadilan melakukan penyitaan di titik koordinat yang salah, karena setelah meminta peta agraria tidak sesuai koordinatnya. “Sesuai titik koordinatnya sebenarnya yang harus disita di perumahan Boulevard bukan di lahan miliknya,” urainya, Rabu, (8/3).

Kemudian peta agraria yang diperlihatkan, pihak Pengadilan mengaku yang keluarkan peta tersebut adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendari. “Setelah saya komunikasi, BPN mengaku tidak pernah mengeluarkan peta itu. Karena terkait hal itu pengadilan tidak pernah koordinasi dengan BPN,” ungkapnya.

Perlu diketahui tambahnya bahwa ia sebelumnya sudah beberapa kali melakukan kaplingan di lahan tersebut bahkan sudah ada 20 orang yang membeli sudah memiliki sertifikat. “Ketika bermasalah tidak mungkin BPN menerbitkan sertifikat,” urainya.

Atas hal itu, dirinya merasa dirugikan oleh Pengadilan karena sebenarnya sudah ada beberapa orang lagi yang akan membeli tanah. “Mereka ragu-ragu akhirnya tidak jadi membeli. Ketika pengadilan tidak segera menyelesaikan hal tersebut maka saya akan proses hukum,” tandas Tamin. (Andri/hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img