Pemda Konsel Janji Bakal Tuntaskan Persoalan Masyarakat dengan PT WIN

KONSEL, WAJAH SULTRA, COM–Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipimpin langsung oleh Bupati Surunuddin Dangga dan didampingi sejumlah Kepala Dinas dan Badan, Camat Laeya dan Kades Torobulu . Kehadiran Bupati dalam rangka menemui warga Torobulu yang pro kontra terkait keberadaan dan aktifitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusnatara (WIN).

Dalam kesempatan itu Surunuddin menyampaikan akan menuntaskan persoalan atau polemik pro dan kontra antara masyarakat di Torobulu dan PT WIN. Untuk itu kedua bela pihak agar menyampaikan keluhan dan persoalan terkait penolakan keberadaan investasi pertambangan.

Begitupun masyarakat yang pro agar menyampaikan uneg-unegnya kepada Pemerintah sehingga dapat diambil keputusan yang bijak.

“Kehadiran saya bersama sejumlah pejabat terkait hari ini untuk mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat yang mendukung maupun menolak adanya aktivitas tambang,” ujarnya kepada awak media, Senin (09/10)..

Namun, Bupati dua periode itu mengaku, dengan kehadiran Pemda dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak agar masalah tersebut terselesaikan tanpa ada perselisihan antar masyarakat dan pihak perusahaan.

“Setelah kendengarkan keluahan kedia bela pihak dan juga dihadiri dari OT WIN, maka kesimpulan akan segera diputuskan,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas tambang maupun investasi di Konawe Selatan. Sebab kata dia, itu bukan kewenangan Pemerintah Daerah dan pada prinsipnya, investasi tetap berjalan dan masyarakat tidak resah.

“Kewenangan Pemda bagaimana membuat masyarakat itu tentram, damai dengan adanya investasi. Olehnya itu saya minta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum dari luar yang dapat memecah bela masyarakat setempat,” bebernya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan asas kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Polemik tersebut menjadi pemecah bela sesama keluarga.

“Saya tidak ingin gara-gara tanah merah, sesama keluraga bersiteru hingga terpecah bela,” tandasnya. (Andri/hen)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img