Kejati Sultra Terbitkan Sprindik Umum Baru Kasus Suap RT-PCR di Diskes Sultra • Siapa Yang Disasar?

KENDARI,WAJAHSULTRA.COM–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum baru terkait kasus suap pengadaan RT-PCR di Dinas Kesehatan Provinsi Sultra pada 25 November 2021.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Kejati Sultra Sugiatno Migano kepada jurnalis Sultra Pos  Minggu (28/11).

“Sprindiknya No : Sprin-04/P.3/FD.1/11/2021 tanggal 25 November 2021 tentang dugaan turut serta dalam tindak pidana Korupsi pemberian dan penerimaan sejumlah uang (suap) terkait pelaksanaan pengadaan alat pemeriksaan Covid 19 (RT-PCR) program percepatan penanganan Covid 19 Provinsi Sultra tahun 2020,” ungkapnya.

Lanjutnya, kenapa kita masih mengunakan Sprindik umum, karena perkara yang lama kan sudah masuk dalam tahap penuntutan, sehingga ini sebelum kita masuk ketahap Sprindik umum, kita sebelumnya sudah menerbitkan surat perintah penyelidikan, sehingga arah pengembangan perkara ini, karena unsur yang kita miliki yang akan kita buktikan adalah turut serta dalam tindak pidana suap, tentu yang akan kita sasar adalah penerima termasuk juga pemilik uang.

“Jadi arahnya nanti kita akan kembangkan ke sumber uang tersebut yang berdasarkan fakta persidangan berasal dari PT. Genecraft. Selain dr. H ada juga yang bantu dia, dari pihak-pihak Dinas Kesehatan akan kita ungkap juga,” bebernya.

Lebih jauh ia  mengatakan, pihak-pihak lain yang turut membantu juga akan kita ungkap.

“Dan kemudian, rangkaian pemeriksaan kita ini, kita akan mulai hari Selasa, (30/11) hingga Jum’at (3/12) dan ini akan kita laksanakan secara maraton dengan memeriksa kurang lebih 14 orang saksi,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, bahwa adapun perkembangan kasus suap ini, sidang tahap pertama kan sudah selesai. “Kalau terdakwa bernama Imel Anitya yang merupakan teknikal sales PT. Genecraft Labs itu sudah terima putusan, sedangkan Direktur PT. Genecraft Labs Teddy Gunawan Joedistira juga sudah menerima putusan, tapi informasi terakhir dia mengajukan peninjauan kembali (PK), dan dr. Amry Ady Haris infonya dia kemarin sudah ada putusan dari keputusan bandingnya, dia mengajukan kasasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Senin, 25 Januari 2021, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) tetapkan tiga orang tersangka, dalam kasus dugaan suap dana Covid-19 yang melibatkan salah satu oknum pejabat Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Sultra dr Amry Ady Haris.

Selain menetapkan dr Amry Ady Haris sebagai tersangka, kasus yang bermula dari proyek pengadaan kelengkapan polymerase chain reaction (PCR) senilai total Rp3,1 miliar, itu menyeret dua nama lainnya yakni Teddy Gunawan Joedistira selaku Direktur dan Imel Anitya selaku Technical Sales PT Genecraft Labs. Keduanya terbukti sebagai pelaku suap terhadap dr Amry Ady Haris senilai Rp.431 juta.(*).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img