Kantor Bahasa Sultra Selenggarakan Pentas Revitalisasi Sastra Tambi di Buton Selatan

KADATUA,WAJAHSULTRA.COM–Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) menyelenggarakan Pentas Revitalisasi Sastra Tambi untuk mendukung program Merdeka Belajar Episode 17 Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Kemendikbudristek) yang dilaksanakan pada 27-28 Juli 2022 di Desa Lipu, Kecamatan Kadatua, Buton Selatan.

Tambi merupakan sebuah sastra lisan atau syair yang dikenal oleh Masyarakat Buton sejak masuknya Agama Islam yang berisi tentang Puji-pujian dan Doa kepada Allah SWT. Selain itu juga berisi tentang nasihat untuk berbuat kebaikan, menjaga diri serta lingkungan sekitar dan menghargai Alam Semesta sebagai Ciptaan Tuhan. Tambi biasanya dilantunkan dimalam-malam pada setiap Bulan Ramadhan dan pada umumnya menggunakan bahasa Arab atau bahasa Daerah Wolio.

Hadir Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Kapusbanglin) Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, Bupati Buton Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Haerudin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, La Makiki, Camat Kadatua, Kapolsek Kadatua, Komandan Pos Kadatua, dan para kepala desa, kepala sekolah, dan tokoh adat yang ada di Kecamatan Kadatua, Buton Selatan.

Selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel), La Ode Haerudin membuka secara resmi acara tersebut dan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan mewujudkan kegiatan ini. Khususnya Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Uniawati, Selaku

Kepala KBST Uniawati juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Busel, khususnya masyarakat penutur sastra lisan tambi. Ia mengharapkan agar pementasan ini bukanlah akhir, melainkan sebagai awal pelestarian budaya di wilayan Busel, khususnya di Kadatua.

“Kegiatan ini dapat dijadikan percontohan sebagai salah satu bentuk pelestarian bahasa dan sastra daerah di Kadatua bagi sekolah maupun komunitas,” harapnya.

Kepala Kapusbanglin, Imam Budi Utomo dalam sambutannya juga mengatakan hasil pemetaan bahasa ada 718 bahasa daerah di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua kondisi bahasa ini aman.

“Dari hasil kajian vitalitas kami, tidak semua kondisinya aman. Akan tetapi, ada kondisinya yang mengalami kemunduran, mengalami kepunahan, kritis, hampir punah, dan bahkan terdapat 11 bahasa yang punah,” jelasnya.

Imam menjelaskan kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diluncurkan pada tanggal 22 Februari 2022, Merdeka Belajar Episode 17, yaitu Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah merupakan kebijakan yang harus dan terus dilaksanakan.

“Termasuk juga yang kami dan kita laksanakan di Kecamatan Kadatua dengan mengambil salah satu warisan budaya kita berupa sastra lisan tambi,” tuturnya lagi.

Dalam acara tersebut berlangsung  meriah dan dilaksanakan ditempat terbuka sehingga dapat disaksikan seluruh lapisan masyarakat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img