Gubernur Sultra Berharap Kebijakan Kementerian PUPR Penggunaan Aspal Buton 1000 Kilometer Dilaksanakan di Sultra

KENDARI, WAJAHSULTRA.COM — Gubernur Sultra Ali Mazi berharap agar pembangunan jalan 1.000 kilometer yang menggunakan aspal Buton tersebut dilaksanakan di Sultra seluruhnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sultra dalam menanggapi rencana point ketiga tentang
pemanfaatan aspal Buton, dimana pada tahun 2021 mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penggunaan aspal Buton sepanjang 1.000 kilometer.

Harapan Ali Mazi itu disampaikan kepada Tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI yang berkunjung ke Sulawesi Tenggara (Sultra) kemarin. Tim yang Dipimpin Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Informasi dan Teknologi Yohanes Surya menggelar rapat dengan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Rapat yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur tersebut dihadiri pula oleh Bupati Buton La Bakry, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Nur Endang Abbas, Sekda Konawe Ferdinand Sapan, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, dan pengusaha aspal Buton. Sejumlah peserta rapat juga mengikutinya secara virtual.

Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kemenko Marves yang telah berkunjung ke Sultra dalam rangka membahas tentang rencana pembangunan politeknik pertambangan di Konawe, pemanfaatan aspal Buton, dan pembangunan institut teknologi kelautan.

Gubernur lalu mempersilakan Yohanis Surya untuk menyampaikan agenda utama kunjungan mereka ke Sultra. Dalam pemaparannya, fisikawan ternama Indonesia ini mengungkapkan, ada dua tujuan mereka datang ke Sultra.

“Ada dua tujuan tim dari kemenko marves datang ke Sultra. Pertama, menindaklanjuti pembangunan politeknik di Sultra. Kedua, menindaklanjuti pertemuan rakor menko mengenai pemanfaatan aspal Buton,” jelas Yohanis Surya.

Yohanes Surya lalu mempersilakan Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir pada Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Muhammad Rasman Manafi, yang juga putra daerah Sultra.

Ada empat poin penting yang dikemukakan Rasman. Pertama, perihal pembangunan politeknik pertambangan di Konawe. Bahwa pada Januari 2021, politeknik itu Kemenko Marves akan segera mengurus perijinannya.

“Sudah tidak ada lagi yang perlu didiskusikan mengenai perlu tidaknya politeknik itu. Ini harus dibangun. Pada tanggal 4 Januari 2021, Pak Yohanes akan segera melapor kepada Pak Menko terkait hal ini,” kata Rasman.

Poin kedua, kata Rasman, organisasi politeknik itu merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi. Gubernur akan menjadi Ketua Dewan Pembina dan Bupati Konawe akan menjadi wakil ketua dewan pembina.

Pihak perusahaan, dalam hal ini PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) telah menjalin kerjasama dengan sebuah perguruan tinggi di Cina, khusus studi pertambangan.

Perguruan tinggi seperti Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Universitas Sebelas November (USN) Kolaka, dan Universitas Lakidende (Unilaki) Konawe akan masuk dalam kolaborasi ini untuk menentukan tiga jurusan lainnya. Disampaikan pula, dari enam jurusan yang akan dibuka, terdapat tiga jurusan yang sudah fix.

Selanjutnya, poin ketiga tentang pemanfaatan aspal Buton, dimana pada tahun 2021 mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penggunaan aspal Buton sepanjang 1.000 kilometer.

“Rencananya, pada bulan Januari, akan ada pertemuan antara pemerintah daerah dengan Kementerian PUPR untuk merealisasikan hal itu,” tambah Rasman dalam rilis Dinas Kominfo Sultra

Poin keempat, mengenai pembangunan institut teknologi kelautan. Gagasan ini terkait dengan penetapan kawasan strategis nasional.

Sementara itu lebih jauh Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan soal penggunaan aspal Buton 1.000 kilometer di Sulawesi Tenggara, ada beberapa pertimbangan. Kata Gubernur, pertimbangan pertama, dengan digunakan di daerah sendiri dapat menjadi ajang promosi kualitas aspal Buton agar daerah lain tidak ragu menggunakannya. Jika terbukti bagus, maka tidak sulit untuk menjualnya ke daerah lain.

Alasan kedua, jalan-jalan di Sultra masih banyak yang rusak. Sehingga menjadi ironis, jika menjadi daerah penghasil aspal, namun jalanannya sendiri banyak yang rusak.

“Kami berharap, kebijakan Kementerian PUPR agar penggunaan aspal Buton 1.000 kilometer itu dilaksanakan di Sultra dulu,” tegas Gubernur.

Untuk menindaklanjuti semua poin-poin yang dikemukakan Tim Kemenko Marves, Gubernur mengungkapkan akan segera mengambil langkah-langkah selanjutnya, seperti melakukan rapat dengan jajarannya. Juga menggelar rapat terbatas dengan Bupati Buton dan Konawe. (hrn/hen)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img