Gubernur Ali Mazi: Sesuai Kebijakan Investasi 2022, UMKM Naik Kelas

KENDARI,WAJAHSULTRA.COM–Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., menyampaikan sambutannya pada acara Festival Usaha Mikro Kecil Menengah – Kolaborasi Antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro Kecil Menengah, di Alun-alun MTQ Kendari 4 April 2022.

Juga hadir Perwakilan Komandan Pangkalan TNI AL Kendari Mayor Tek Jaya Shadikin, dan Komandan Pangkalan TNI AU HLO Perwira Staf Administrasi dan Logistik Mayor Laut (T) Agus Junianto.

Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Prov. Sultra Silvester Sili Laba, SH., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Prov. Sultra Parinringi, SE., M.Si., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sultra Drs. Muhamad Djudul, M.Si., Kepala Biro Administrasi Pimpinan Prov. Sultra Abdul Rajab, ST., M.Si.,

Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretaris Daerah Prov. Sultra Rahmat Hasan, SH., Ketua HIPMI Sulawesi Tenggara Alvian Taufan Putra, dan Duta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Kendari Sasmita Sugiardi.

Kegiatan Festival UMKM ini merupakan salah satu wujud upaya kongkrit yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mendorong penciptaan dan pengembangan ekonomi baru, serta terwujudnya kerja sama kemitraan antara pengusaha besar – Penanaman Modal Asing (PMA) / Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM.

“Munculnya kegiatan ekonomi baru diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang pada gilirannya dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Nilai tambah ini juga akan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga yang akan berkontribusi pada upaya pemeliharaan stabilitas sistem keuangan,” kata Gubernur Ali Mazi.

Sesuai dengan arah kebijakan investasi tahun 2022, kata Gubernur Ali Mazi yaitu kolaborasi antara usaha besar dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis UMKM Naik Kelas, ingin digarisbawahi dua kata kunci, yaitu kolaborasi dan kemitraan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya mewujudkan investasi berkualitas melalui kolaborasi dan kemitraan investasi besar baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Tentu kolaborasi dan peningkatan kemitraan strategis antara investor dan UMKM dimaksud, mengedepankan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing.

Kita berharap adanya kegiatan festival ini, membuka peluang besar bagi UMKM di Sultra untuk “naik kelas”. Meskipun demikian, kita juga menyadari bahwa UMKM masih menghadapi tantangan yang tidak ringan seperti keterbatasan permodalan, akses pasar, dan masih terbatasnya keterampilan sumber daya manusia.

Di era perdagangan bebas saat ini, umkm juga harus bersaing dengan produk asing yang telah membanjiri Indonesia. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama dan dicarikan solusinya. Diperlukan terobosan dan ide kreatif yang dapat meningkatkan daya saing sehingga UMKM dapat menjadi tuan rumah di daerah sendiri, dan bahkan dapat didorong untuk bersaing secara nasional dan di luar negeri.

Pemecahan atas tantangan tersebut, memerlukan komitmen, dukungan, dan kontribusi semua pihak. Dalam hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang diberikan amanat oleh Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku untuk menjalankan fungsi, tugas, dan kewenangan melaksanakan percepatan investasi daerah, menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kolaborasi antara pengusaha besar dengan UMKM, berupaya untuk senantiasa memberikan kontribusi yang terbaik bagi pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

“Berkenaan dengan kegiatan festival ini, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Tenggara bersama jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, dan kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi selaku Gubernur Sulawesi Tenggara mengajak kepada semua elemen pembangunan di daerah ini, mari jaga kondusifitas masyarakat dan wilayah guna mendukung peningkatan investasi di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara, sehingga nantinya memberikan dampak peningkatan aktivitas ekonomi yang diharapakn berimplikasi positif bagi terwujudnya Sulawesi Tenggara yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat, secara berkelanjutan menuju Sultra masa depan Indonesia Maju.

Menciptakan Ekonomi Baru

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Tepadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Prov. Sultra yaitu kolaborasi usaha besar dan UMKM, yang di gelar di MTQ Kota Kendari dimulai Senin 4 April sampai 28 April 2022.

Ini merupakan kolaborasi antara usaha besar dengan UMKM dalam rangka wujud upaya kongrit untuk mendorong penciptaan ekonomi baru khususnya di Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ini guna meningkatkan ekonomi baru serta dapat menarik penanaman modal asing serta penanaman modal dalam negeri.

Guna menciptakan lapangan pekerjaan serta mempertahankan ketahanan ekonomi sesuai dengan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, ada dua kata kunci kolaborasi dan kemitraan yaitu mewujudkan investasi besar, asing, dalam negeri dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan seluruh UMKM yang ada di Sulawesi Tenggara.

Keterampilan sumber daya manusia, UMKM juga diharapkan harus bersaing dengan kondisi asing maka diperlukan terobosan dan kreativitas untuk bersaing. Sehingga dapat didorong secara nasional dan luar negeri. Agenda ini juga akan dijadikan agenda tahunan, sebab ini adalah solusi untuk terobosan ekonomi baru untuk memperkenalkan UMKM di seluruh Sulawesi Tenggara. (*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img