Gubernur Ali Mazi Sambut Bendera Pataka Bulan PRB di Kota Balikpapan ke Kota Kendari

BALIKPAPAN,WAJAHSULTRA.COM–Gubernur Ali Mazi menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada BNPB yang telah menunjuk dan mempercayakan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Tuan Rumah Penyelenggara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2023.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, Sh., memberikan sambutan pada acara Penyerahan Bendera Pataka Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, 14 Oktober 2022.

Turut hadir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto; Anggota Komisi 8 DPR RI, Hj. Sri Wulan; Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan, bersama Pejabat Eselon 1 dan 2 serta unsur pengarah di lingkup BNPB; Gubernur Kalimantan Timur, H. Isran Noor, bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, beserta jajaran pemerintah Provinsi Kalimantan Timur; Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Hasanuddin Mas’ud, dan Anggota Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur; para Kepala Pelaksana BPBD Provinsi, dan para Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Indonesia; perwakilan dunia usaha; dan para akademisi serta praktisi.

Mengawali sambutannya, Gubernur Ali Mazi atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara, mengucapkan selamat kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas kesuksesannya menjadi tuan rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2022 ini.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga, disertai apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB yang telah menunjuk dan mempercayakan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah penyelenggara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2023 yang akan datang,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Berkenaan dengan itu, Sulawesi Tenggara sebagai provinsi yang berciri kepulauan, terdiri dari 17 kabupaten/kota, dengan berbagai potensi sumber daya alam, baik yang terdapat dipermukaan maupun di dalam perut buminya, dan potensi sumber daya manusia dengan berbagai karateristik masyarakat yang plural, baik, suku, bahasa, budaya, adat istiadat, dan agama, termasuk perbedaan pandangan politik, namun tetap bersatu dengan landasan berpikir “Aku Bangga Menjadi Anak Sulawesi Tenggara”, dalam Bhineka Tunggal Ika, dan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mendorong kemajuan daerah Sulawesi Tenggara, saat ini pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Segang Konsen dan terus bergiat melaksanakan berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah demi sebuah visi mulia, yakni “Mewujudkan Sulawesi Tenggara yang Aman, Sejahtera dan Bermartabat” yang dijabarkan kedalam empat misi (agenda utama) pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Adapun strategi pendekatan yang digunakan adalah Gerakkan Akselarasi Pemerataan Pembangunan Daratan dan Lautan/Kepulauan, yang dikenal dengan GARBARATA,” kata Gubernur Ali Mazi.

Dalam kaitan dengan urusan kebencanaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama, sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, maka pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama DPRD, Forkopimda, TNI/Polri pemerintah kabupaten/kota dan berbagai stakeholder terkait dan masyarakat umum, tentu dengan dukungan penuh BNPB, telah melaksanakan penyelenggaran penanggulangan bencana baik dari pra bencana, tanggap darurat, maupun pasca bencana secara terpadu dan menyeluruh.

Program strategis pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan tagline yaitu “Aman Membangun Sultra untuk Pilar Indonesia Maju”. Adapun dasar kebijakan penanggulangan bencana di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu:

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;

Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukkan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah;

Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara;

Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 86 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara;

Rencana Strategis BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018-2023.

“Kita sadari bersama, bahwa masa transisi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini penyebarannya telah dapat dikendalikan, berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Risiko bencana tidak terlepas dari seberapa besar kerentanan, ancaman dan kapasitas yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujar Gubernur Ali Mazi lagi.

Berdasarkan hasil kajian dan analisis dalam Kajian Risiko Bencana Provinsi Sulawesi Tenggara yang diterbitkan oleh BNPB, maka terdapat 13 jenis ancaman bencana, yaitu Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrim, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Gempa Bumi, Kebakaran Hutan dan Lahan, Likuifaksi, Kekeringan, Tanah Longsor, Tsunami, Epidemi dan Wabah Penyakit, Kegagalan Teknologi dan Covid-19.

Data dan Informasi Bencana Tahun 2017 sampai dengan 2022 tercatat sebanyak 140 kejadian bencana dengan jumlah kejadian terbanyak adalah banjir dengan 79 kejadian. Kemudian untuk penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) sejak tahun 2020 sampai 30 September 2022 tercatat 25.750 (dua puluh lima ribu tujuh ratus lima puluh) kasus positif.

Dalam rangka peningkatan program Kegiatan Penanggulangan Bencana di Provinsi Sulawesi Tenggara, kami berupaya untuk meningkatkan sosialisasi utamanya di tingkat SMA/Sederajat. Kabupaten/kota yang sudah dilaksanakan yaitu: Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Bombana, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Kolaka Timur.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah membentuk Desa Tangguh Bencana, yaitu: Kabupaten Konawe Selatan;  Kota Kendari, Kabupaten Buton, Kabupaten Kolaka, Kota Baubau, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Konawe Utara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah melakukan sosialisasi Kegiatan Rumah Ibadah Tangguh Bencana telah dilaksanakan di 8 kabupaten/kota terdiri dari: Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Kolaka Timur.

Kegiatan Masa Tanggap Darurat, juga dilaksanakan utamanya pada bulan-bulan dengan cuaca ektrim tinggi serta dukungan penanganan darurat pada provinsi lain yang terdampak bencana seperti kejadian bencana gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat.

“Pada penanganan pasca bencana, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama BNPB merencanakan relokasi pemukiman masyarakat pesisir rawan bencana di Pasarwajo, Kabupaten Buton seluas + 50 hektar, yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pengembangan Aspal Buton,” kata Gubernur Ali Mazi sambil menambahkan bahwa Data Indeks Ketahanan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada skor 0,34 dan menunjukkan bahwa tingkat kapasitas daerah masih rendah.

Atas dasar tersebut, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara wajib untuk meningkatkan komitmen kebijakan Pengurangan Risiko Bencana serta kualitas dan kuantitas kegiatan penanggulangan bencana dalam rangka mengurangi dampak negatif dari bencana. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh unsur Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media.

“Pada kesempatan ini, saya gubernur Sulawesi Tenggara mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Anoa Sulawesi Tenggara, atas izin dan ridho Allah Subhanahu Wata ‘Ala, Tuhan yang Maha Kuasa, menyatakan dengan penuh kesungguhan, bahwa “Provinsi Sulawesi Tenggara siap menjadi Tuan Rumah dan siap Menyukseskan Penyelenggaraan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2023 yang akan datang”,” kata Gubernur Ali Mazi.

Tidak lupa Gubernur Ali Mazi mengajak kepada seluruh elemen penanggulangan bencana untuk ikut serta berpartisipasi dan menyuseskan pada rangkaian acara peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023, seraya bermunajat semoga segala yang kita rencanakan dan yang akan dilaksanakan bersama dalam kaitannya dengan upaya Pengurangan Risiko Bencana, dapat memberi manfaat bagi sehingga dapat memberi kemaslahatan dan mendorong kemajuan masyarakat, bangsa dan negara kita tercinta.

Sebuah bait pantun untuk seluruh yang hadir; Dari Barat Pergi ke Timur// Dari Selatan Menuju Tenggara// Setelah Bulan PRB 2022 di Kalimantan Timur// Sampai Jumpa pada Peringatan PRB 2023 di Sulawesi Tenggara.

“Ayomi Datang di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara// Aman Membangun Sultra untuk Pilar Indonesia Maju,” kata Gubernur Ali Mazi seraya menutup pantunnya. (Ilham/hen)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img