Gubernur Ali Mazi Resmikan Gedung Baru SMKN 8 Buton, dan Unit Sekolah Baru

BUTON,WAJAHSULTRA,COM–Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., memberikan sambutan pada acara Peresmian Penggunaan Gedung Baru SMKN 8 Buton, dan Unit Sekolah Baru SMA Negeri 6 Pasarwajo, di Pasarwajo, Selasa 28 Februari  2023

Hadir dalam acara tersebut; Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara; Kabinda Sulawesi Tenggara; Danlanal Kendari; Danlanud Halu Oleo; dan Anggota DPRD Provinsi Sultra.

Pj. Bupati Buton dan para Bupati/Walikota se-Sultra; para pejabat di Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra; Para Pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton; Direktur Bank Sultra; Ketua KNPI Provinsi Sultra, dan Ketua HIPMI Sultra; para Ketua Lembaga/Ormas; para camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Buton; para kepala SMA, SMK dan SLB se-Kabupaten Buton.

Masalah pokok pembangunan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi penghambat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dan Pemajuan Kebudayaan Daerah, khususnya pada jenjang Pendidikan Menengah Atas, antara lain:

Masih tingginya angka putus sekolah, baik disebabkan oleh keterbatasan akses, ekonomi maupun budaya;

Sarana prasarana yang belum memadai, baik akses maupun kualitas. Masih banyak SMA/SMK dan SLB yang masih kekurangan ruang kelas, laboratorium, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang praktek siswa SMK, komputer dan lain-lain. Masih banyak sekolah yang rusak dimakan usia, sehingga membutuhkan rehabilitasi dan renovasi.

Masih kurangnya jumlah guru, guru produktif SMK, guru kompetensi SLB, pengawas dan tenaga penunjang pendidikan lainnya.

“Dalam rangka mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah, maka dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah membangun beberapa unit sekolah baru  (USB) melalui  APBD pada tahun 2021 dan 2022 diantaranya adalah Gedung SMK Negeri 8 Buton dan SMA Negeri 6 Pasarwajo yang hari ini akan kita saksikan bersama-sama peresmian penggunaannya.,” kata Gubernur Ali Mazi.

Pembangunan SMK Negeri 8 Buton dipicu oleh kondisi banyak anak usia sekolah masyarakat Pantai Sampuabalo yang terancam putus sekolah, karena sulit mendapatkan akses Pelayanan Pendidikan Menengah. Secara bertahap pembangunan Gedung SMK Negeri 8 Buton yang dimulai pada tahun 2021, dapat dituntaskan pada tahun 2022, lengkap dengan prasarana pembelajaran yang berkualitas.

Gubernur Ali Mazi berharap agar kehadiran SMK Negeri 8 Buton dengan program studi sesuai keunggulan lokal Kabupaten Buton sebagai wilayah maritim, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, utamanya bagi generasi muda bangsa sebagai tempat mengasah keterampilan yang terstandar, dan menghasilkan tenaga kerja terampil tingkat pertama yang dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada dunia usaha dan dunia industri, serta dapat menjadi bekal kemandirian bagi anak-anak bangsa di daerah ini.

Sedangkan SMA Negeri 6 Pasarwajo dibangun lewat APBD murni tahun anggaran 2022 bersama beberapa SMA negeri di wilayah daratan Provinsi Sulawesi Tenggara, yang kesemuanya adalah wujud fisik dari pelaksanaan Program Sultra Cerdas, salah satu program prioritas “AMAN“ (Ali Mazi – Lukman Abunawas).

“Melalui kesempatan ini saya menitipkan SMK Negeri 8 Buton dan SMA Negeri 6 Pasarwajo ini kepada seluruh masyarakat di daerah ini, sembari berharap kesinambungan dan kondusifitas serta keamanan kedua sekolah tersebut menjadi tanggung jawab bersama pihak sekolah dan masyarakat. Karena ini adalah milik kita bersama, maka mari kita jaga dan kembangkan agar bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Bagi Alumni SMKN 8 Buton yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan linear dengan ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan menengah, dapat melanjutkan pendidikan Institut Teknologi Kelautan (ITK) Buton dengan fasilitas yang cukup memadai.

Semua berharap kehadiran kedua institusi pendidikan tersebut, dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara,

khususnya di Bidang Kelautan dan Perikanan yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing global, serta dapat membuka peluang daerah Sulawesi Tenggara untuk berkembang lebih luas lagi.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seraya memohon Ridho Allah Subhanahu Wata’ala, Gedung SMK Negeri 8 Buton, dan unit sekolah baru SMA Negeri 6 Pasarwajo, saya nyatakan secara resmi digunakan,” kata Gubernur Ali Mazi menyatakan peresmian dua gedung baru tersebut.

Peresmian Penggunaan

Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) Kemaritiman Siotapina siap mendukung keberadaan Institut Teknologi Kelautan (ITK) Buton di Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Gubernur Ali Mazi secara nyata telah menyahuti impian masyarakat Kabupaten Buton khususnya Kecamatan Siotapina, terhadap keberlangsungan SMKN Kemaritiman Siotapina dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal berskala nasional bahkan lebih dari itu, guna mengembangkan pengelolaan potensi kelautan yang berlimpah di daerah.

Bentuk respon nyata Gubernur Ali Mazi, dengan memberi perintah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra untuk membangun Ruang Kelas Belajar (RKB) dalam waktu secepatnya, yang dimulai pada akhir Tahun 2021 lalu. Penggiatan pembangunan akhirnya dilakukan, mengingat sejak tiga tahun lalu SMKN Kemaritiman Siotapina ini belajar di SD setempat.

Pembangunan tersebut tidak berhenti di situ saja, sebab ada lagi penambahan enam RKB, termasuk dua Ruang Praktik Siswa (RPS) sesuai tiga jurusan yang ada di SMKN Kemaritiman Siotapina, yang dilakukan melalui Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Sekda Prov. Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mengatakan hal itu juga dilakukan untuk

mendukung pendirian Institut Teknologi Kelautan (ITK) Buton di Pasarwajo, Kabupaten Buton, yang proses izin operasionalnya dalam tahap finishing di Jakarta. “Keberadaan ITK Buton ini nantinya dalam rangka mendukung pengembangan kawasan perikanan dan kelautan di Buton, sehingga dalam pendirian perguruan tinggi, tidak menemukan kendala cukup berarti.”

Hal tersebut juga merupakan salah satu komitmen Pemprov Sultra dalam meningkatkan pendidikan dan kualitas SDM di Sultra. Dan mendapatkan respon luar biasa dari Menko Marves RI, Luhut Binsar Pandjaitan, karena dinilai mampu membentuk SDM unggul dalam pemanfaatan kekayaan alam Sultra.

Tiga jurusan di sekolah tersebut, yakni Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan, dan Jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, dengan tenaga pendidik berjumlah 23 orang yang masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT). (Ilham/hen)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img