Gubernur Ali Mazi Mengapresiasi Promosi Wisata Sultra melalui “The Voice of Heaven and Earth”

JERMAN,WAJAHSULTRA.COM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik dan mengapresiasi serta sangat mendukung terselenggara Kegiatan Budaya dan Promosi Wisata Sulawesi Tenggara melalui “The Voice of Heaven and Earth” oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman dan Lontara Project di tahun 2022.

Gubernur  Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., memberi sambutan pada REKASWARA (Ragam Ekspresi Budaya dan Promosi Wisata Sulawesi Tenggara), yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI) bekerjasama dengan Komunitas Lontara Project, Berlin, 16 Desember 2022.

Menyertai gubernur, antara lain; Duta Besar Republik Indoesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno; Pimpinan Staatsbiblothek Zu Berlin; Para Bupati se-Sulawesi Tenggara; Dan Para Pejabat Pemerintah Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara; Ketua dan Anggota Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI); Ketua dan Anggota Komunitas Lontara Project; Para Delegasi Budaya Asal Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Sulawesi Selatan; serta Warga Negara Indonesia di Jerman, dan Masyarakat Kota Berlin Jerman yang sempat hadir.

Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara sungguh merasa bahagia dan bangga, sembari bersyukur karena dapat bersilaturahmi dengan putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang ada di Jerman, serta pemerintah dan masyarakat Kota Berlin, Negara Republik Fedeeral Jerman. Semoga pertemuan kita pada kesempatan ini menjadi berkah bagi kemajuan bersama dimasa kini dan masa-masa yang akan datang.

“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara, menyampaikan terima kasih kepada Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI), yang telah mengundang Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara untuk hadir pada kegiatan ini,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik dan mengapresiasi serta sangat mendukung terselenggara Kegiatan Budaya dan Promosi Wisata Sulawesi Tenggara melalui “The Voice of Heaven and Earth” sebagai program terbesar yang diinisiasi oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman dan Lontara Project di tahun 2022, karena dengan adanya pameran dan pertunjukan seni internasional ini, kita dapat memamerkan karya-karya terbaik pemuda-pemuda berprestasi Indonesia, terutama dari Sulawesi Tenggara yang dapat mewakili wajah Indonesia Timur, yakni inovasi-inovasi seni yang bersumber dari interpretasi atas tradisi lokal, baik itu berbentuk musik, tarian ataupun naskah-naskah kuno sangat penting ini dalam rangka menampilkan representasi baru bagi ndonesia di kancah Internasional, di luar dari narasi kebudayaan yang sudah kerap diusung.

Selain itu, kegiatan yang akan dilaksanakan di Kota Berlin ini tidak hanya merupakan tahapan lanjut dalam mempromosikan eksistensi kebudayaan Indonesia yang beranekaragam kepada masyarakat Jerman, tetapi juga sekaligus sebagai momentum kebudayaan dalam perayaan 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia dan Jerman. Untuk itu, besar harapan kami bahwa pemerintah dapat mendukung

kegiatan ini melalui berbagai bentuk apresiasi untuk mengobarkan semangat para pekerja kreatif agar tetap optimis berkiprah dalam ranah industri kreatif berbasis warisan budaya lokal di tanah air.

“Kami berharap semoga kedepan kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan dan kita maksimalkan pelaksanaanya, agar karya-karya seni kreatif seniman-seniman muda Indonesia berbasis budaya lokal dapat terus kita perkenalkan kepada masyarakat Jerman, sekaligus kita dapat terus mendorong kerja sama, membangun jaringan serta kolaborasi internasional antara seniman dan penggiat budaya di kedua negara,” kata Gubernur Ali Mazi.

Melalui kesempatan ini, Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara mengajak kepada pemerintah dan masyarakat Jerman untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai sektor, karena Sulawesi Tenggara punya banyak potensi dan sumber daya yang dapat dikerjasamakan untuk kemajuan Indonesia dan Jerman kedepan.

The Malay Archipelago

Sepanjang sejarahnya, pulau Sulawesi adalah kawasan yang memukau dunia. Menurut ilmuwan Alfred Russel Wallace di dalam bukunya The Malay Archipelago (1869), “[Sulawesi] dalam banyak hal adalah pulau yang paling luar biasa dan menarik di seluruh wilayah bahkan di penjuru bumi.” Beberapa jejak situs-situs tertua Nusantara ditemukan di pulau ini, seperti di situs Liangkobori di Kabupaten Muna (Sulawesi Tenggara), Leang Tedonge (Sulawesi Selatan), dan Minanga Sipakko (Sulawesi Barat). Hal ini menandakan keistimewaan Sulawesi sebagai crossroad atau persimpangan dalam migrasi umat manusia ribuan tahun yang lalu. Terletak di daerah biogeografi Wallacea, Sulawesi menjadi salah satu daerah dengan tingkat kekayaan alam yang paling tinggi di dunia. Kekayaan pulau Sulawesi nampak dari sumber daya alam yang melimpah baik dari pertanian, perkebunan, kelautan maupun pertambangan. Hingga hari ini, provinsi-provinsi di Sulawesi terkenal sebagai pemasok komoditas-komoditas penting dalam perdagangan global seperti kopi, coklat, kopra, gula merah, besi, timah, dan hasil laut.

Keanekaragaman hayati dan hasil alam pulau Sulawesi diimbangi pula oleh kebhinnekaan bahasa, budaya dan adat-istiadat masyarakatnya. Tercatat, terdapat 114 bahasa daerah di pulau ini. Tidak terhitung pula banyaknya ragam bentuk kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang berbagai suku bangsa di Sulawesi. Petuah-petuah leluhur tersebut ada yang bentuknya berupa sastra tutur seperti Khabanti dalam tradisi Suku Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara, serta ada pula yang telah dituliskan seperti tradisi La Galigo di Sulawesi Selatan. Masing-masing budaya tersebut menyimpan narasi-narasi nan kaya akan petuah-petuah bagi manusia dalam menghadapi kehidupan. Bagaikan suara-suara yang turun dari langit atau muncul dari permukaan bumi, leluhur masyarakat di Sulawesi menitipkan pesan kepada generasi muda agar senantiasa menauladani dan menaati aturan-aturan tersebut untuk mendapatkan kebahagiaan.

Sebagai bentuk upaya dalam pelestarian tradisi-tradisi leluhur asal Sulawesi, maka komunitas Lontara Project didirikan. Lontara Project adalah komunitas pemuda Indonesia yang bertujuan untuk memperkenalkan epos La Galigo dan tradisi asal Sulawesi lainnya kepada generasi muda melalui beragam media dan platform baru. Selama satu dekade lamanya Lontara Project telah menginisiasi

dan terlibat dalam banyak proyek-proyek seni, kampanye budaya, serta berbagai aktivitas kreatif lainnya untuk membangun kesadaran serta memotivasi anak muda Indonesia demi melestarikan budaya tradisional di era modern. Lontara Project mengusung konsep The Voice of Heaven yaitu pemanfaatan musik dan cerita lokal sebagai sebagai media komunikasi lewat berbagai lini untuk melestarikan peninggalan budaya. Lewat jargon The Voice of Heaven, komunitas Lontara Project mengajak generasi muda mengenali budayanya sebagai identitas serta mendorong khalayak internasional untuk memahami kebudayaan lokal dengan konteks yang lebih luas.

Sebagai promotor kegiatan pameran Lontara Project di Jerman, IASI awalnya dibentuk oleh Presiden B.J. Habibie sebagai organisasi non-profit dan non-komersial. Sejak tahun 2005, IASi telah terdaftar secara resmi di Jerman sebagai perkumpulan para ahli dan sarjana Indonesia.

Organisasi diaspora ini bertujuan untuk membangun jembatan kerjasama antara Indonesia dan Jerman serta memperluas jaringan antara akademisi dan profesional Indonesia dan Jerman. Salah satu kegiatan terbesar IASI adalah memperkenalkan kebudayaan tradisional Wayang Orang dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti Seminar Interaktif tentang Wayang Orang dan Pagelaran Wayang Orang “Kresna Duta” dalam  bahasa Jawa dan Jerman pada bulan Maret dan September 2019 di tiga kota Jerman, Hamburg, Hannoverdan Bremen. Proyek kebudayaan ini terselenggara atas kerjasama IASI Jerman dengan Yayasan Paramarta Karya Budaya di Indonesia dan Indonesian Diaspora in Bremen e.V. dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hamburg beserta organisasi Diaspora lainnya di Jerman.

Tahun 2022 menandai 171 tahun disimpannya naskah La Galigo di Jerman. Amat disayangkan jika kekayaan budaya Indonesia warisan leluhur di perpustakaan-perpustakaan asing tersebut tidak diketahui, dirayakan apalagi dikaji dengan baik. Besar harapan, melalui kegiatan pameran oleh komunitas Lontara Project ini, Pemerintah Indonesia dan Jerman dapat bekerjasama untuk menciptakan peluang-peluang baru bagi kalangan akademisi, seniman maupun industri kreatif dari tanah air agar dapat memanfaatkan arsip-arsip tersebut lewat berbagai media.

Sebagai bagian dari perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman, Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI mengundang komunitas Lontara Project untuk mengadakan pameran produk kreatif dan pertunjukan seni berbasis kebudayaan yang ada di Sulawesi khususnya

Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.  Perhelatan itubertajuk REKASWARA; Ragam Ekspresi Budaya dan Promosi Wisata Sulawesi Tenggara melalui “The voice of Heaven and Earth” akan diadakan di Stadtbiblothek Berlin. (Ilham/hen)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img