Gubernur Ali Mazi Dukung PILM Bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

KENDARI,WAJAH SULTRA,COM–Gubernur  Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., yang diwakili Asisten III Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP., MA., menghadiri acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) untuk Kesejahteraan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tema Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Sulawesi Tenggara Cerdas Berkerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tenggara, di Kota Kendari, 02 Agustus 2023.

Turut hadir dalam kegiatan ini; Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra. Ofy Sofiana, M.Hum., bersama rombongan; Ketua DPRD Sultra, H. Abdurahman Shaleh, SH., M.Si.,; Kepala Kantor Wilayah Kemenkumhan Sultra, Silvester Sili Laba, SH.; Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric.; Perwakilan OPD Prov. Sultra, Para Kepala Sekolah SLTA, SLTP, SD, TK se-Sultra atau yang diwakili, Perwakilan Pegiat Literasi, Komunitas, Mahasiswa, Pelajar, Bursa Efek Indonesia dan pejabat terkait.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Nur Saleh, S.Pd., MMPub.; merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Perpustakaan Prov. Sulawesi Tenggara bersama 17 Kab/Kota dalam peningkatan literasi masyarakat yang ada di Sulawesi Tenggara.

Tingkatan literasi menjadikan perpustakaan sebagai madya transformasi bagi masyarakat, kegiatan peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan ini sebagai usaha menciptakan ruang diskusi, penyampaian aspirasi, pemberian aspirasi serta sosialisasi dan diseminasi informasi terkait perpustakaan, budaya dan literasi, untuk mewujudkan tingkatan literasi terpenuhi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan ruang-ruang jasa yang berkualitas sebagai tingkatan penguasaan literasi yang tinggi.

Perpustakaan Nasional RI, berkomitmen memberikan pelayanan yang inklusif khususnya untuk kelompok masyarakat atau termarjinalkan penguatan budaya literasi, Perpustakaan Nasional RI sejak tahun 2020 terus bermitra dengan berbagi pemangku kepentingan karena penguatan budaya literasi merupakan tanggungjawab kita secara bersama. Hingga tahun 2022, Perpustakaan Nasional RI aktif mengaungkan perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai salah satu solusi dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Perpustakaan di seluruh Indonesia termasuk Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki kewajiban untuk memfasilitasi berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan soft skill dan hard skill, masyarakat dapat secara mandiri meningkatkan kesejahteraannya.

Tidak hanya Perpustakaan Nasional RI termasuk semua jenis perpustakaan di Indonesia perlu bermitra dengan pemerintah, pelaku usaha, pakar akademisi, serta organisasi kemasyarakatan dan media dalam mendukung ekosisten budaya literasi yang ideal. Selain itu, antusias masyarakat dalam pemberdayaan perpustakaan sebagai hal yang sangat penting dalam menciptakan ekosisten literasi dimasyarakat sehingga tujuan perpustakaan berbasis inkusif sosial dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan bisa tercapai secara tepat, bersamaan dengan hal tersebut sejak tahun 2023 Perpustakaan Nasional RI mempunyai transformasi perpustakaan berbasis inklusif sosial untuk kesejahteraan solusi cerdas, pemulihan masyarakat pasca Pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut bertujuan; Pertama, meningkatkan usaha kesejahteraan masyarakat melalui tahapan literasi meliputi kemampuan membaca, kemampuan aksesibilitas, kemampuan memahami, kemampuan mengungkapkan ide, serta kemampuan menghasilkan barang dan jasa. Kedua, meningkatkan  kemasyarakatan promosi tentang strategi perpustakaan dan budaya literasi tentang kesejahteraan masyarakat secara langsung yang bersifat informatif, komunikatif, edukatif, dan entertainment. Ketiga, mendorong peningkatan apresiasi instan atau komonitas, kelompok masyarakat yang telah berkontribusi dan aktif pemberdayaan perpustakaan dan penguatan literasi di lingkungan masing-masing.

Penyerahan sertifikat Akreditasi Perpustakaan Kabupaten/Kota antara lain: Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buton Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wakatobi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Buton Selatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe Kepulauan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Buton, Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Konawe Utara dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Ofy Sofiana didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulawesi Tenggara, Nur Saleh.

Penandatangganan MoU Pengembangan Perpustakaan Inkusif Sosial antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulawesi Tenggara dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Sultra; Rektor Universitas Sulawesi Tenggara; dan Direktur Politeknis Kesehatan Kementerian Kesehatan Kendari.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Ofy Sofiana, mengatakan salah satu upayahnya dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, sesuai dengan prioritas nasional yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka waktu menengah 2020-2024 dan sejalan dengan hal tersebut tema talkshow.

“Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Sulawesi Tenggara dengan Cerdas, semua mesti bersyukur bahwa keberadaan Perpustakaan Modern dengan taraf Internasional di Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mendukung dalam mengimplementasikan Sulawesi Tenggara yang cerdas, bukan hanya menyimpan dan meminjam buku saja, tetapi menjadi ruang kegiatan masyarakat dan pengembagan keilmuan serta ruang edukasi,” kata Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Ofy Sofiana.

Gubernur Sulawesi Tenggara, diwakili Asisten III Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Sukanto Toding, mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah sebagai upaya bersama dari berbagai sektor yang saling bersinergi menjadikan perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat sesuai visi-misi mewujudkan Sulawesi Tenggara Cerdas

“Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi daerah. Perpustakaan adalah tempat penyebaran pengetahuan dan meningkatkan tingkat literasi, serta kesadaran akan berbagai isu-isu sosial kemasyarakatan serta perpustakaan juga dapat menjadi tempat belajar mandiri dan mendukung peningkatan keterampilan masyarakat. Perlu kita sadari bersama bahwa investasi dalam pembangunan perpustakaan yang berkualitas dan memadai tidak dapat dilihat dalam jangka pendek tetapi manfaatnya baru dapat dirasakan bagi masyarakat dan membuka secara resmi talkshow PILT Menuju Sultra Cerdas,” ujar Asisten III Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Sukanto Toding.

Talkshow kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat yang menghadirkan empat narasumber; Ketua DPRD, H. Abdurrahman Shaleh; Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional RI, Ahmad Masykuri; Dosen Universitas Halu Oleo Kendar, Prof. Dr. H. Hanna., M.Pd, dan Syaifuddin Gani., S.Pd., M.Sos selaku pengiat literasi Kendari.  (Ilham/hen)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img