Dewan Desak Keterlibatan Langsung Pemkot Kendari Berantas Pelaku Busur

KENDARI,WAJAHSULTRA.COM— Akhir-akhir ini di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) marak terjadi pembusuran terhadap warga sehingga meresahkan masyarakat.

Untuk itulah,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota   Kendari mendesak pemerintah kota  (Pemkot) Kota untuk terlibat langsung dalam memberantas pelaku kejahatan tersebut. “Kita anggap ini adalah bagian dari teror untuk masyarakat sehingga membuat kita semua prihatin. Kami desak Pemkot untuk terlibat langsung memberantas teror tersebut,” ungkap Ketua Komisi III DPRD, LM. Rajab Jinik, Rabu (18/05).

Dalam hal ini tambah politikus golkar ini, Wali Kota, Sulkarnain mengeluarkan rekomendasi, yakni mendesak Lurah dan Rukun Tetangga (RT) serta Rukun Wilayah (RW) untuk terlibat dalam mencegah teror busur yang terjadi di kota bertaqwa ini. “Peran Lurah, RT dan RW sangat dibutuhkan saat ini untuk bagaimana memperkecil ruang-ruang kriminal. Teror busur dan kriminal lainnya menjadi musuh kita bersama,” jelasnya.

“Tak hanya itu kami minta juga Pemkot Kendari segera mengaktifkan pos kamling untuk menjaga lingkungan kita, menjaga ruang-ruang kriminal yang ada di kota kendari,” sambung Rajab Jinik.

Selain itu, ia menjelaskan selaku Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota meminta kepada club motor dan club mobil serta seluruh masyarakat agar bergandengan tangan dalam rangka memberantas teror-teror yang terjadi saat ini. “Hal ini sangat meresahkan, sehingga kita semua harus bersama-sama untuk memeranginya,” ungkapnya.

Karena perlu diketahui dengan teror ini mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat kota kendari. Dan ini menjadi tanggungjawab bersama, kolaborasi antar eksekutif dan yudikatif sangat diperlukan. “Saya berkesimpulan bahwa tidak ada sejengkal tanah pun di kota untuk premanisme, untuk itu harus diberantas. Dan diharapkan kepada masyarakat ketika melihat ada yang mencurigakan maka segera laporkan,” urainya.

Untuk pihak kepolisian tambahnya segera melakukan identifikasi sebab akibat teror busur ini terus berlanjut. Dan ini telah menelan korban bagi masyarakat yang sama sekali tidak masuk dalam kriminal. “Apalagi semalam sudah melakukan pembusuran dengan menggunakan mobil. Ini perlu dipertanyakan sikap kepolisian dan Kemkot Kendari, sehingga mengetahui motif pelaku melakukan pembusuran,” bebernya.

Kemudian pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisian ketika telah melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan jangan ada perdamaian. “Jangan diatur damai, karena ini sudah meresahkan. Kita minta kepolisian untuk memproses hukum sesuai dengan ketentuan, agar ada efek jerah. Makanya kita sangat mendukung pihak kepolisian dalam melakukan penindakan terhadap pelaku pelaku teror,” urainya.

Kemudian pihak kepolisian segera mempublis apa yang menjadi penyebab dan sebab teror busur ini terjadi, jangan sampai ada pendapat  terjadinya teror busur merupakan by desain  atau murni kenakalan remaja yang diakibatkan oleh faktor ekonomi, atau karena perkembangan kota. “Ini kita tunggu supaya persepsi yang tidak-tidak terhadap pihak kepolisian,” tutup Rajab Jinik. (andri/hen)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img