Debat Kandidat, KPU Sultra Terapkan Protokol Covid

KENDARI, WAJAHSULTRA.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar debat kandidat. Namun, pelaksanaan debat tersebut tidak boleh memboyong massa pendukung akbiat situasi pandemi covid-19.

Ketua KPU Sultra, Laode Abdul Natsir mengatakan, debat kali ini digelar berbeda. Pasalnya, saat ini 7 daerah Pilkada di Sultra masih menghadapi situasi wabah yang mematikan. Dengan demikian, untuk mengantisipasi virus dari Wuhan, China itu, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam debat tersebut, tidak boleh terlalu ramai. Massa pendukung dilarang hadir. Hanya pasangan calon (Paslon), plus empat orang dari tim kampanye masing-masing kandidat yang dibolehkan ikut. “Untuk menghindari penyebaran covid, sehingga kami tidak membolehkan massa pendukung untuk hadir dalam debat itu,” ungkap Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir dalam keterangan tertulisnya. Senin, (02/10).

Kemudian tambahnya, di arena dabat itu terdapat lima orang anggota KPU penyelenggara kegiatan ditambah dua orang perwakilan Bawaslu. Namun, KPU menekankan siapapun yang berada di arena debat wajib menaati protokol kesehatan covid-19.

Tak hanya itu, Natsir menegaskan, bukan saja tak boleh mendatangkan massa pendukung, tim kampanye yang diundang tak diizinkan membawa atribut kampanye dan juga meneriakkan yel-yel atau bentuk dukungan kepada pasangan calon yang dapat mengganggu acara. “Kami akan pastikan agar undangan yang hadir tidak melakukan intimidasi dalam bentuk ucapan dan atau tindakan yang mengganggu kegiatan. Tim kampanye juga bertanggung jawab menjaga ketertiban tim masing-masing,” bebernya.

Debat kandidat ini diselenggarakan di studio lembaga penyiaran atau di tempat yang memadai untuk menempatkan panggung debat, kru stasiun televisi atau radio, tim kampanye kandidat. Pelaksanaan debat dapat disiarkan secara langsung di televisi dan atau radio serta dapat disiarkan ulang pada masa kampanye.

Natsir menyampaikan, jika debat kandidat tak bisa disiarkan langsung karena keadaan tertentu, maka bisa lewat mekanisme siaran tunda, dengan syarat rekaman debat itu disiarkan di masa kampanye. Siaran ulang itu harus utuh, dan tidak diperkenankan mengurangi bagian dan atau segmen tertentu yang dapat merugikan atau menguntungkan pasangan calon tertentu. “Bila KPU penyelenggara mengalami keterbatasan untuk melakukan penyebarluasan debat lewat siaran di televisi atau radio, debat dapat disiarkan melalui metode streaming pada media sosial atau media saring, atau penyiaran melalui lembaga penyiaran komunitas,” bebernya.

Untuk diketahui, daerah pertama yang bakal menggelar debat yakni Kabupaten Muna pada 5 November 2020. Kemudian, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Jumat 13 November 2020. Selanjutnya, Buton Utara (Butur) yang akan menggelar debat 17 November 2020.

Sementara dua Kabupaten lainnya belum dipastikan jadwal debat. Dua Kabupaten itu, Konawe Selatan (Konsel) dan Konawe Utara (Konut). (P2/hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img